Tampilkan postingan dengan label bergaya penuh pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bergaya penuh pengertian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2019

Ace Hasan Syadzily Menanggapi Kecurangan Pemilu


Telah banyak korban meninggal, tapi hasilnya penuh dengan kecurangan. Semua protes rakyat dianggap angin lalu.

Bahkan, yang protes terhadap kecurangan dituding tidak hargai petugas yang meninggal. Sementara yang curang tidak dipersoalkan.

[by Nasrudin Joha]

Yang Curang itu Yang Kurang Ajar, Mengkhianati Konstitusi dan Meremehkan Nyawa Petugas


Oleh : Nasrudin Joha

"Saya kira sangat zalim rasanya kalau pengorbanan yang dilakukan KPPS, hingga nyawa pun diberikan untuk demokrasi Indonesia, kemudian ada yang mengatakan bahwa pemilu Indonesia ini penuh kecurangan dan perlu diulangi kembali," TKN Ace Hasan Syadzily, dalam konferensi pers di 'War Room' TKN, 26/4.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf mengaggap bahwa tuduhan pemilu curang sesungguhnya tudingan zalim. Menurut juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily, tuduhan yang kerap dikemukakan kubu oposisi itu seolah tak menghargai ratusan petugas KPPS yang wafat karena menjadi penyelenggara pemilu.

Sebenarnya ini logika keliru, bahkan ngawur. Justru yang merendahkan nyawa petugas itu yang berbuat curang. Perilaku curang ini jelas zalim, mengkhianati suara rakyat dan jerih payah petugas yang menyelenggarakan proses pemilu.

Bahkan, pelaku curang ini merendahkan nyawa petugas yang meninggal akibat melaksanakan proses pemilu. Bagaimana mungkin mereka tega curang, padahal ini suara rakyat ? Bahkan prosesnya memakan korban rakyat ? Bukankah perilaku curang ini begitu brutal ? Zalim ?

Bagaimana mungkin umat mengambil sikap diam, setelah kecurangan itu selain merampok suara rakyat, juga mengkhianati kinerja petugas pemilu yang telah bersusah payah bahkan hingga ratusan nyawa yang meninggal dunia ?

Bukankah sebuah pengkhianatan terhadap nyawa petugas, jika pemilu dikotori dengan kecurangan lantas umat ini diam saja ? Lantas, apakah nyawa petugas pemilu ini sia-sia ? Tak ada harganya ?

Justru umat yang menyuarakan tuntutan agar tidak berbuat curang, menuntut pelaku curang diproses secara hukum, adalah tindakan untuk menghargai jerih payah petugas dan menghormati nyawa petugas.

Masak hingga petugas meninggal, pemilu tetap curang ? Perilaku curang ini sebenarnya yang merendahkan peran dan nyawa petugas yang melayang.

Lantas TKN Jokowi kenapa mempersoalkan yang mengkritik kecurangan ? Kenapa justru malah mengkritik pengkritik kecurangan ? Apa TKN setuju dengan kecurangan ? Apa TKN mendapat keuntungan dari kecurangan ? Atau TKN yang berlaku curang ? Kami berhak bertanya bukan ?

Pemilu saat ini adalah pemilu paling memilukan. Telah banyak korban meninggal, tapi hasilnya penuh dengan kecurangan. Semua protes rakyat dianggap angin lalu.

Bahkan, yang protes terhadap kecurangan dituding tidak hargai petugas yang meninggal. Sementara yang curang tidak dipersoalkan.

Sakit sekali menjadi umat di negeri mayoritas muslim ini. Selain selalu menjadi korban, juga selalu dijadikan tertuduh. Siapa yang curang, siapa yang diuntungkan, siapa yang dipersalahkan. Luar biasa fitnah dunia ini. [].

copy dari akun fb MT

Kubu Jokowi Anggap Tuduhan Pemilu Curang Tak Hargai Petugas Wafat


Jumat, 26 April 2019

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf mengaggap bahwa tuduhan pemilu curang sesungguhnya tudingan zalim. Menurut juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily, tuduhan yang kerap dikemukakan kubu oposisi itu seolah tak menghargai ratusan petugas KPPS yang wafat karena menjadi penyelenggara pemilu.

"Saya kira sangat zalim rasanya kalau pengorbanan yang dilakukan KPPS, hingga nyawa pun diberikan untuk demokrasi Indonesia, kemudian ada yang mengatakan bahwa pemilu Indonesia ini penuh kecurangan dan perlu diulangi kembali," kata Ace dalam konferensi pers di 'War Room' TKN, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.

Berdasarkan data yang dimutakhirkan pada Jumat, sebanyak 230 petugas KPPS wafat karena sakit, juga kelelahan, akibat menjadi penyelenggara pemilu. Ada juga 1.671 petugas yang sakit.

Ace, yang juga politikus Partai Golkar, menilai beban kerja para petugas KPPS memang tinggi dalam Pemilu 2019 yang menggabungkan pemilu legislatif dengan pemilu presiden.

"TKN memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejuang demokrasi tersebut. Dan tentu kerja keras mereka, pengorbanan mereka, tidak boleh dianggap sia-sia oleh siapa pun," ujarnya.

Ace menegaskan, tuduhan pemilu curang seolah tak menghargai para petugas KPPS yang telah banyak berkorban untuk penyelenggaraan perhelatan lima tahun itu. Perjuangan mereka terbilang berat supaya pemilu 2019 pada akhirnya terlaksana dengan lancar.

“[tuduhan] itu adalah kenyataan yang sangat tidak menghargai sekali perjuangan, jasa-jasa mereka, yang bahkan nyawa pun dikorbankan untuk demokrasi Indonesia yang kita cintai ini," katanya.

copy dari viva.co.id

Minggu, 06 Agustus 2017

Peringatan Serangan Bom Atom AS ke Hirosima

Sikap Jepang terhadap nuklir bukan ironi, tetapi soal visi dan problem solving.

Terjadi tanggl 6 Agustus 1945 sekitar pukul 8.15 waktu setempat. Banyak warga AS percaya serangan bom atom itu mempercepat penghentian konflik berdarah dan menyelamatkan lebih banyak orang. Maka, dengan penalaran seperti itu, warga AS banyak yang menyepakati aksi pemboman itu. Barack Obama menjadi Presiden AS pertama yang mengunjungi Hiroshima pada Mei, tahun lalu.

Jepang adalah satu-satunya negara yang mengalami serangan bom atom pada 1945. Ada dua serangan nuklir di pengujung Perang Dunia II. Pihak penyerangnya adalah AS, bom nuklir dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan di Nagasaki pada tiga hari kemudian.

Pemerintah Jepang secara rutin mengemukakan bahwa mereka membenci senjata nuklir. Namun pertahanan nasional negara ini telah diatur di bawah payung nuklir Amerika Serikat (AS).

Peringatan tahun 2016, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga menyatakan komitmen Jepang untuk mengupayakan perdamaian dunia. Salah satunya, dunia yang bebas penggunaan nuklir untuk senjata. "Kita tidak boleh mengalami pengalaman tragis Hiroshima dan Nagasaki terulang kembali," ucap Abe. 

Pernyataan ini seakan menanggapi pernyataan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump (saat itu), beberapa waktu lalu.Trump menyatakan untuk memberi kesempatan Jepang dan Korea Selatan untuk mengembangkan senjata nuklir sendiri. Dengan demikian, kedua negara itu tidak perlu mengandalkan AS dalam perlindungan dari ancaman nuklir Korea Utara

Wali Kota Hiroshima Kazumi Matsui pun mengapresiasi kunjungan Obama 27 Mei 2016, "Kata-kata Presiden (Obama) memperlihatkan bahwa dia tersentuh dengan semangat Hiroshima, yang menolak untuk menerima segala bentuk 'kejahatan absolut'," katanya.


Kamis, 22 September 2016

SBY bergaya penuh pengertian, membesarkan karir sang putranda, meski usulan diatasnamakan mitra koalisi.

Koalisi Cikeas optimistis Agus-Sylviana menang

Jumat, 23 September 201

Koalisi Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa, yang disebut Koalisi Cikeas, optimistis Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni akan memenangi pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017.

selengkapnya : berita antara

Presiden: Perwira TNI-Polri Jangan Bercita-cita Jadi Gubernur

Selasa, 22 Desember 2009 22:28

Surabaya (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan para perwira lulusan akademi TNI dan Polri sebaiknya tidak bercita-cita menjadi kepala daerah mulai dari tingkat gubernur, bupati, dan walikota.

Dalam pengarahan kepada taruna, pengasuh, dan perwira TNI-Polri di Graha Samudra Bumi Moro, Markas Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya, Selasa malam, Presiden mengatakan adalah hal wajar dan benar apabila seorang prajurit berkeinginan untuk menjadi jenderal, laksamana atau marsekal, demi pengabdian yang lebih luas lagi kepada negara.

"Yang tidak benar kalau kalian memasuki akademi TNI Polisi lantas cita-citanya ingin menjadi bupati, waikota, gubernur, pengusaha, dan lain-lain. Tidak tepat," ujarnya.

Presiden mengatakan para taruna lulusan TNI dan Polri harus bercita-cita menjadi perwira yang berhasil di lingkungannya.

Namun, dalam mengejar karir menuju pucuk jabatan tertinggi, Kepala Negara mengingatkan agar mereka tidak menghalalkan segala cara atau menjatuhkan teman-teman sendiri untuk menghilangkan pesaing.

"Bisa saja dalam perjalanan kehidupan nanti ada dinamika, takdir, jalan kehidupan kalian memasuki profesi yang lain, tapi saya ingin hati dan pikiran kalian semua mulai besok saya lantik hanya satu ingin berbakti dan mengabdi di lingkungan TNI Polri dan berhasil menjadi perwira," tuturnya.

Menurut Kepala Negara, untuk itu Para taruna harus mau bekerja keras dan berjuang menjalankan tugas sebaik-baiknya.

"Hanya dengan cara itulah kalian berhasil menghadapi rintangan dan tantangan tugas yang tidak ringan," ujarnya.

Dalam pengarahannya, Presiden Yudhoyono menyampaikan tiga hal penting berdasarkan pengalamannya sendiri untuk dipegang para taruna selama perjalanan karir mereka.

Tiga hal itu adalah mengemban tugas apa pun di mana pun secara sungguh-sungguh dengan selalu memberikan yang terbaik, terus menerus belajar sendiri guna meningkatkan kemampuan, serta tidak pernah menyerah dalam mengatasi persoalan.

Bahkan sebagai seorang kepala negara pun, Presiden Yudhoyono mengatakan tiga hal itu masih ia pegang teguh hingga sekarang.

Sebanyak 1.092 taruna akademi TNi dan Polri lulusan tahun 2009 akan menjalani pelantikan dan pengucapan sumpah atau prasetya perwira (praspa) di Dermaga Ujung, Markas Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya, pada Rabu 23 Desember 2009 dalam upacara pelantikan yang dipimpin oleh Presiden Yudhoyono sebagai inspektur upacara.

Taruna tersebut terdiri atas 275 taruna akademi militer, 195 taruna akademi angkatan laut, 123 aruna angkatan udara, serta 434 taruna akademi polisi dan 65 taruni akademi polisi.(*)

Editor: Ruslan Burhani

Copy dari : antara

Kamis, 14 Agustus 2014

Mukjizat Jeruk Nipis Sembuhkan Patung Pancoran

Jumat, 15 Agustus 201

KOMPAS.com — Ketika Iwan Fals merilis lagu "Sore Tugu Pancoran" pada 1985, patung di puncak tugu yang ia nyanyikan belum pernah dimandikan. Saat itu, Patung Dirgantara—demikian ia diberi nama—sudah berumur 19 tahun.

Baru sekarang patung itu dimandikan. Pekan ini, Unit Pelaksana (UP) Balai Konservasi DKI Jakarta sedang sibuk mencuci patung di ketinggian 27 meter itu. Bayangkanlah bagaimana "daki" di kulit-nya.

Kotoran—tepatnya karat—menjadi penyakit kronis setiap obyek berbahan logam. Patung Dirgantara bukan kekecualian karena terbuat dari logam perunggu. Inilah obat yang akan dipakai untuk menyembuhkannya: "obat herbal" bernama jeruk nipis.

Jeruk nipis terbukti mampu membersihkan bahan-bahan logam dari karat. Ini resep dari zaman para empu masih menempa keris. Saat itu, jeruk nipis telah digunakan untuk mencuci senjata.

Rahasia khasiat jeruk nipis dalam membersihkan karat terletak pada proses pembentukan kotoran itu. Hubertus Sadirin, ahli konservatori pada UP Balai Konservasi mengatakan, Patung Pancoran yang berada di ruang terbuka terus-menerus terpapar panas, udara lembab, dan zat kimia. "Itu semua mengoksidasi logam penyusun patung," ujarnya.

Salah satu bahan kimia yang memicu karat adalah asap kendaraan karena buang itu mengandung karbon monoksida dan sulfur dioksida.

Zat kimia lain yang bisa memicu timbulnya karat adalah asam dan garam yang terdapat di lingkungan. Dua senyawa itu bisa bereaksi dengan logam, membentuk karat tembaga sulfat, tembaga klorida, dan tembaga fluorida.

"Dari semua itu, musuh paling besarnya adalah copper (tembaga) klorida," ungkap Sadirin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/8/2014).

Karat, bila dibiarkan, akan menyebabkan degradasi. Nah, jeruk nipis membantu memperlambat proses timbulnya karat itu. "Bukan menghentikan," kata Sadirin.

Sejumlah patung di Jakarta sudah pernah dimandikan dengan jeruk nipis. Beberapa di antaranya adalah Tugu Tani dan Patung Pemuda. Benda-benda logam di Istana Bogor dan Istana Negara juga dibersihkan dengan bahan sama.

Jeruk nipis berkhasiat membersihkan logam dari karat karena kaya asam sitrat. "Asam sitrat akan melarutkan logam yang teroksidasi," ujar Mohammad Hanafi, profesor riset bidang kimia organik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Asam sitrat memiliki gugus karboksilat. Gugus itu adalah bagian dari struktur kimia asam sitrat yang terdiri dari oksigen, karbon, dan hidrogen. Tembaga klorida, misalnya, akan bereaksi dengan gugus karboksilat pada asam sitrat. Hasilnya adalah senyawa kompleks yang lebih mudah dibersihkan.

Sadirin mengungkapkan, jeruk nipis juga terbukti mampu membantu membersihkan kotoran yang telah mengendap lama pada logam. Itulah sebabnya, jeruk nipis juga menjadi senjata rahasia untuk mengilapkan perkakas rumah tangga.

Untuk membersihkan Patung Pancoran yang berbobot 11 ton dan tinggi badan 11 meter, UP Balai Konservasi cukup menggunakan 25-30 kilogram jeruk nipis. Mula-mula jeruk dihancurkan dengan blender. Sari yang dihasilkan akan dioleskan ke kulit patung. Setelah lima menit, patung disikat dengan hati-hati.

Namun sebelum itu, Patung Pancoran akan mendapat pra-treatment, yakni pembersihan kering dan basah dengan disikat. Ada tahap lain juga setelah dibasuh jeruk nipis, yakni mandi dengan alkali gliserol.

"Kita tidak melakukan tiga tahap itu pada semua bagian. Kita lihat secara teliti dulu. Kalau ada bagian yang cukup dibersihan kering dan basah, kita tidak pakai jeruk nipis. Kalau cukup pakai jeruk nipis, kita juga tidak pakai alkali gliserol sesudahnya," urai Sadirin.

Pembersihan dengan alkali gliserol dilakukan bila kotoran atau karat belum hilang dengan jeruk nipis. Alkali gliserol dioleskan pada obyek dan didiamkan hingga berubah biru, tanda bahwa senyawa itu bereaksi dengan kotoran dan karat.

"Ini tidak boleh lama-lama. Begitu bereaksi, harus segera dibersihkan," kata Sadirin.

Langkah terakhir dalam pembersihan patung seberat itu adalah "memandikan" patung dengan air murni (akuades). Gunanya untuk mengembalikan keasaman (pH). Kemudian, patung akan dibasuh lagi dengan alkohol teknis.

Beres dengan Patung Pancoran, balai akan memandikan Patung Diponegoro di Monumen Nasional. Patung Dirgantara dibersihkan pada 11-19 Agustus 2014, sementara Patung Diponegoro pada 17 September-2 Oktober 2014. Total biaya yang dihabiskan untuk dua patung itu adalah Rp 566 juta.

sumber : kompas online

Kamis, 18 Agustus 2011

Hamil, Staf Anggota DPR di PHK

antaranews.com - Kamis, 18 Agustus 2011

Jakarta (ANTARA) - Nurely Yudha Sinaningrum staf dari anggota DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto dari Fraksi PDI Perjuangan berencana melaporkan Itet ke Badan Kehormatan DPR RI dan Komnas Perempuan karena diberhentikan dalam kondisi hamil dan tanpa perundingan sebelumnya.

"Saya sudah meminta untuk berdialog dengan beliau mengenai pemecatan ini, namun tidak pernah ditanggapi, jadi kasus ini akan saya laporkan ke Badan Kehormatan dan Komnas Perempuan," kata Nurely di Jakarta, Kamis.

Ia menceritakan bahwa sejak Juli lalu, saat mengetahui dirinya sudah hamil tujuh bulan, Itet memberitahukan padanya bahwa masa kerjanya tinggal dua bulan lagi dan dengan gaji yang dipotong 50 persen.

"Ia memutuskan itu karena menilai aku sedang hamil tua dan sebentar lagi melahirkan, sehingga sudah tidak efektif dan tidak produktif lagi. Mungkin baginya, pekerja perempuan mengandung dipandang sebagai problem karena tidak mampu mengerahkan tenaganya seoptimal mungkin. Ibu Itet merasa rugi bila mempunyai karyawan dalam keadaan hamil tua," kata Nurely.

Selain itu, sikap Itet terhadap staf yang sudah hamil tua juga tidak adil karena di tengah hamil tua dirinya tetap diharuskan bekerja dengan jam kerja dan beban kerjanya tidak berubah.

Permintaan cuti untuk melahirkan sesuai dengan UU Tenaga Kerja No 13 tahun 2003, pasal 82, ayat 1 justru selama tiga bulan dengan gaji dibayar penuh lanjut Nurely telah dilanggar oleh Itet.

Saat mengajukan cuti melahirkan pada 3 Agustus, katanya, justru yang didapat adalah Surat Pernyataan pengunduran diri atau PHK secara sepihak dengan pengurangan gaji bulan Juli sebanyak 50 persen.

Dalam surat pernyataan mundur itu, Itet menawarkan berbagai bantuan dana seperti THR Rp1 juta, uang melahirkan Rp2 juta, dan uang kemanusian Rp5 juta.

"Ini jelas, sebuah keputusan PHK yang sepihak dan merugikan. Sehingga aku menolak menandatangani surat itu," katanya.

Sementara itu, Itet Tridjajati saat dihubungi mengatakan bahwa pernyataan Nurely soal pemecatan itu semua tidak benar karena dirinya tidak pernah menyatakan Nurely dipecat.

"Aturan mengenai staf anggota dewan ada tersendiri, dan memang tidak ada kontrak kerja karena saya mempekerjakan dia juga karena kemanusiaan, kenapa saya justru yang diancam, dituduh dan diperas," katanya.

Itet mengatakan dirinya siap jika kasus ini dilaporkan ke Badan Kehormatan dan Komnas Perempuan, karena dirinya merasa tidak bersalah melakukan pemecatan itu.

"Saya sudah lapor juga ke biro hukum DPR dan saya siap hadapi semuanya," kata Itet yang merupakan anggota DPR dari Dapil Lampung II itu. (ANT)

Editor: Desy Saputra

copy dari : antaranews.com