Tampilkan postingan dengan label bergaya tiruan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bergaya tiruan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2022

Kesakralan bagi Darah Biru

Menganut keyakinan dan kepercayaan itu memang ada penganutnya. Dalam melindungi budaya kraton tentunya ada beberapa tokoh yang berkepentingan atas penghormatan terhadap nilai-nilai sakral yang dipercaya bernilai luhur sebagai cermin peradaban dan tingginya tingkat kebudayaan yang dicapai.

Namun keluhuran tersebut belum tentu diikuti oleh para pangeran atau penguasa internal istana (kraton).

Fenomenanya pernikahan anak Presiden Jokowi menggunakan fasilitas sakral yang ada di kraton Mangkunegoro Surakarta itu diijinkan dan telah dilaksanakan. Sementara keluarga Jokowi itu bukan trah kraton. Maka itu sekelompok budayawan jawa melalui akun twitter @salimfillah (Salim A. Fillah) menyampaikan pesan bahwa hal itu sebagai sesuatu yang tidak sepantasnya. Tidak semestinya (bukankah meminta sesuatu yang bukan haknya itu memang tidak patas?).

Bagi sementara awam, dinilai wajar tidak mempermasalahkannya. 

Apakah yang digunakan sebagai tempat tanpa ada deklarasi dalam prosesi yang dipersyaratakan dianggap sebagai makna yang berbeda (dari prosesi khusus bagi trah kraton) ?

Mengapa hal itu terjadi ? Entahlah. Beberapa berita di twitter antara lain menggambarkannya sebagai berikut :

Sabtu, 25 Januari 2020

Kisah Kelam Dan Modus Jahat Petinggi Sunda Empire Ini Akhirnya Terkuak


Sejak Muncul Di Televisi, Kisah Kelam Dan Modus Jahat Petinggi Sunda Empire Ini Akhirnya Terkuak

24 Januari 2020

Kemunculan sosok petinggi Sunda Empire di televisi beberapa waktu lalu akhirnya membuka tabir siapa sesungguhnya Rangga Sasana atau Raden Rangga itu.

Rangga diundang ke stasun televisi untuk mengisahkan lebih dalam lagi kisah Sunda Empire. Ia pun secara terperinci menjelaskan asal mula dan gagasan Sunda Empire. Sebagian kisah yang diuraikanya menimbulkan beragam komentar.

Kemunculan Rangga itu akhirnya menyibak masa lalu sekaligus kasus yang diciptakan pria yang berasal dari Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini.

Rangga Sasana atau Raden Rangga bernama asli  Edi Raharjo. Masyarakat Desa Grinting tidak ada yang tahu persis apa pekerjaannya karena sejak lama ia tinggal di luar kota dan jarang pulang ke kampung halaman.

"Yang saya tahu dia lulusan Sekolah Pertanian Menengah (SPM) di Baros lulus tahun 1980-an. Kemudian keluar dari Brebes lama, kemudian pulang menyandang gelar profesor dari pengakuannya," kata Wamadiharjo, seorang anggota DPRD Kabupaten Brebes yang juga warga Grinting.

Wamadiharjo mengaku kenal dengan Ki Ageng Rangga Sasana, satu kampung halaman.

Munculnya Rangga di televisi akhirnya juga menguak tabir kasus yang pernah membelitnya. Para korban aksi penipuannya selama enam tahun sejak 2012 silam di Brebes dan Cirebon mulai bersuara.

Seorang sumber mengungkapkan bahwa sebelum muncul menjadi pemimpin Sunda Empire, Rangga sempat berkeliling untuk menipu warga. Hebatnya dia selalu lolos hingga lepas dari jeratan hukum. Padaal sudah banyak yang melapor.

Salah satu modus yang digunakan Rangga adalah kerjasama jual-beli tanah dengan mengaku sebagai keturunan sultan.

"Banyak (warga) di Brebes yang sudah tahu jeleknya. Penipuan berkedok jual beli tanah, dan mengaku keturunan sultan dan lain-lain. Untuk wilayah Brebes, banyak korbannya dan tiap lapor, hampir semua hilang begitu saja kasusnya," ujar sumber, seperti yang ditulis laman PR.

Rangga bukanlah orang yang benar-benar terpandang, apalagi keturunan Sultan.

Modus penipuan yang dilancarkannya memang jual beli tanah, tetapi kerugian korban sendiri bermacam-macam. Mulai dari uang hingga kendaraan pribadi berupa motor ataupun mobil.

Namun, kebanyakan korban malas untuk melapor karena selalu saja Rangga bisa lolos. Para korban juga malu bila ketahuan telah tertipu oleh Rangga yang belakangan diketahui punya gangguan kejiwaan.


copy dari rmol.

Sabtu, 26 November 2016

Disimpan di Saku, E-Cigarette Meledak

Bergaya smkoers dengan e-cigarette.

Beberapa kejadian e-cigarette yang meledak :

Diberitakan 26 Pebruari 2016




Diberitakan 4 Nopember 2016




Diberitakan 25 Nopember 2016