Tampilkan postingan dengan label kisah budi pekerti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah budi pekerti. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2022

Budi sedang tidak memakai Pekerti

 


Proses Hukum Prof Budi Santoso Purwokartiko

Oleh: Chandra Purna Irawan.,S.H.,M.H. (Ketua LBH PELITA UMAT)

Beredar tangkapan layar/screenshoot diduga tulisan Prof Budi Santoso Purwokartiko yang bernada cenderung rasialis yang menyebut mahasiswi menutup kepala ala manusia gurun. Tulisan Prof Budi Santoso menceritakan saat menyeleksi para mahasiswi yang akan belajar ke luar negeri melalui biaya LPDP. kurang lebih pokoknya sbb : “Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai tidak satupun yang menutup kepala ala manusia gurun,” “Mereka mencari Tuhan di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Eropa dan Amerika Serikat bukan ke negara orang-orang pandai bercerita tanpa karya teknologi,” ungkapnya.
Bacaan Lainnya

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, saya akan memberikan pendapat hukum (legal opini) sebagai berikut:

PERTAMA, Bahwa frasa ‘mahasiswi’ dan frasa ‘menutup kepala ala manusia gurun’ dapat dimaknai seorang wanita timur tengah dalam hal ini adalah muslimah yang mengenakan jilbab dan kerudung. Pernyataan ini dapat dinilai mengandung perasaan kebencian SARA. Sedangkan frasa selanjutnya “….bukan ke negara orang-orang pandai bercerita tanpa karya teknologi” Pernyataan ini dapat dinilai mengandung penghinaan;

KEDUA, Bahwa pernyataan tersebut menimbulkan kebencian dan penghinaan terhadap SARA. Pelakunya dapat dijerat Pasal 156 dan/atau Pasal 157 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Sedangkan letak unsur pidananya adalah menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan tulisan di muka umum, yang isinya mengandung pernyataan perasaan kebencian atau penghinaan berdasarkan, golongan, suku, agama dengan maksud supaya isinya diketahui atau lebih diketahui oleh umum;

KETIGA, Bahwa juga berpotensi melanggar Pasal 156a KUHP unsur pidanyanya adalah dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan bersifat permusuhan terhadap suatu ajaran agama yang dianut di Indonesia dalam hal ini adalah penutup kepala atau jilbab atau kerudung.

KEEMPAT, Bahwa dikarenakan deliknya dianggap telah selesai saat dia mengunggah status, sehingga saya mendorong agar aparat penegak hukum untuk segera memproses hukum meskipun tidak ada laporan;

copy dari : hajinews


Profil Rektor ITK Profesor Budi Santosa Purwokartiko, Dikenal Dosen Berprestasi ITS
Sabtu, 30 April 2022


Rektor trending. Jabatan tertinggi di sebuah universitas itu langsung mengarah pada nama Profesor Ir Budi Santosa Purwokartiko.

Ia adalah Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) 2018-2022.

Namanya menjadi bahan pembicaraan karena menyebut menyindir mahasiswa menggunakan kerudung dan jilbab sebagai pakaian manusia gurun.

“Mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar-benar openmind” tulisnya dalam sebuah catatan panjang di aku facebook Budi Santosa Purwokartiko.

Tulisan yang dibagikan Profesor Budi Santoso Purwokartiko sudah dihapus.

Namun jejaknya tak bisa hilang. Netizen sudah mengcapture tulisan itu dan membagikannya di media sosial.


Profil Budi Santosa Purwokartiko

Profesor kelahiran Klaten, 12 Mei 1969 ini menyelesaikan pendidikan sarjananya di Institut Teknologi Bandung pada 1992.

Lalu meraih gelar master dan doktornya di University of Oklahoma, Amerika Serikat.

Ia dilantik sebagai Guru Besar Teknik Industri di  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Bidang keahliannya Data Mining, Optimasi dan Metaheuristik, Operations Research, dan Manajemen Proyek.

Kini Prof Budi menjabat rektor ITK periode kedua kalinya tahun 2018.

Ia menjabat rektor Institut Teknologi Kalimantan sejak periode pertama 2014-2018.

Lalu terpilih kembali periode kedua 2018-2022.

Dirangkum dari situs ITK, Prof Budi berhasil mengungguli tiga kandidat rektor ITK lainnya yakni Dr Bambang Lelono Widjiantoro, S.T., M.T. (Dekan FTI ITS), Subchan, Ph.D (Wakil Rektor Akademik ITK), dan Prof. Enos Tangke Arung, Ph.D. (Guru Besar Unmul).

Proses pemilihan Rektor (Pilrek) ITK 2018-2022 berlangsung lancar dan transparan, meski memakan waktu lebih lama dari yang dijadwalkan.

Ini karena sedikitnya calon peserta yang mendaftar, melewati deadline atau batas waktu Rektor ITK sebelumnya pada 14 Oktober 2018.


Sehingga membuat Menteri Ristekdikti mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 631/M/KPT.KP/2018 tentang Perpanjangan Masa Jabatan Rektor ITK Periode 2014-2018 sampai paling lama 3 (tiga) bulan atau dilantiknya Rektor ITK Periode 2018-2022.

Selain sebagai Rektor ITK, Prof Budi Santosa Purwokartiko dikenal sebagai interviewer Beasiswa LPDP Departemen Keuangan sejak 2013.

Ia juga Anggota Tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Dirjen Kelembagaan Dikti sejak 2015.

Pada 2002, penelitiannya yang berjudul Novel Smart Engineering System Design meraih predikat Best Paper Award pada , International Conference on Artificial Neural Networks in Engineering di Missouri, Amerika Serikat.

Menjadi Dosen Berprestasi Fakultas Teknik Industri ITS pada 2011.

Pada 2014 Prof. Budi dinobatkan sebagai Ketua Jurusan Berprestasi ITS ketika menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Industri ITS periode 2011-2015.

Saat ini pun dia harus merelakan jabatan sebagai Ketua Komisi Kelembagaan Senat Akademik ITS 2015-2020, dan Kepala Laboratorium Komputasi dan Optimasi Industri Teknik Industri ITS, karena harus mengabdi di ITK.

“Bagi saya pribadi dan keluarga, di ITS jauh lebih enak baik dari sisi kenyamanan maupun dari sisi finansial. Tetapi saya niatkan dalam hati mudah-mudahan saya bisa berbuat lebih untuk ITK, untuk pendidikan di Indonesia,” ungkap Prof. Budi.

Tak hanya pakar di bidang penulisan dan penelitian ilmiah, pria penggemar musik Koes Plus ini pun aktif menulis tema-tema populer.

Percikan pemikiran kritisnya tersebar di berbagai media massa nasional.

Salah satu bukunya berjudul ‘Calo Yang Insaf’, berisi kisah-kisah kemanusiaan yang penuh hikmah dan keteladanan.

copy dari pejabatpublik

Selasa, 02 Mei 2017

Menteri Jepang Mundur karena Tak Bisa Jaga Mulut


Rabu, 26 April 2017

Tokyo, HanTer - Menteri Jepang, yang mengawasi pembangunan kembali daerah hancur akibat tsunami pada 2011 dan bencana nuklir Fukushima, mundur pada Rabu (26/4/2017) setelah mengatakan bahwa lebih baik bencana tersebut melanda wilayah timur laut daripada Tokyo.

Masahiro Imamura terpaksa berhenti setelah ucapannya pada Selasa di pesta untuk anggota parlemen Partai Demokrat Liberal (LDP), yang berkuasa.

Saat berbicara tentang biaya akibat bencana alam itu, yang menyebabkan hampir 20.000 orang tewas atau hilang, Imamura mengatakan, "Lebih baik itu terjadi di timur laut."

Tanggapan tersebut muncul beberapa minggu setelah Imamura memicu kemarahan pada jumpa pers dengan meremehkan orang yang meninggalkan Fukushima karena ketakutan setelah bencana nuklir terburuk di dunia sejak Chernobyl itu, lalu meneriaki seorang pewarta dan bergegas keluar ruangan.

Tanggapan Imamura itu memicu teguran langsung dari Perdana Menteri Shinzo Abe, yang meminta maaf atas namanya. Pengunduran dirinya yang cepat ditujukan untuk meminimalkan citra buruk pemerintah Abe, yang telah dituduh berpuas diri tanpa adanya pihak oposisi.

"Ini adalah komentar yang sangat tidak pantas dan menyakitkan bagi orang-orang di zona bencana, sebuah tindakan yang menyebabkan orang-orang kehilangan kepercayaan padanya," kata Abe kepada wartawan setelah Imamura mengundurkan diri dikutip Antara.

Persoalan tersebut masih sensitif karena perekonomian di daerah itu telah berjuang untuk pulih sementara pekerjaan rekonstruksi berjalan lambat. Banyak keluarga pengungsi juga telah putus asa untuk kembali ke kota asal mereka.

Mudurnya pejabat negara telah tejadi beberapa kali.

Wakil Menteri Rekonstruksi Shunsuke Mutai pada tahun lalu menarik perhatian setelah memaksa seorang bawahan menggendongnya agar kakinya tetap kering saat ia mengunjungi daerah banjir. Dia berhenti pada bulan Maret pada malam peringatan keenam bencana 11 Maret setelah membuat lelucon tentang insiden tersebut.

Seminggu yang lalu Wakil Menteri Perekonomian, Perdagangan dan Industri, Toshinao Nakagawa, dipaksa untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah berita mengenai perselingkuhannya diketahui khalayak. Dia kemudian mengundurkan diri dari LDP.

Dukungan terhadap Abe saat ini sekitar 50 persen meski ada serangkaian skandal baru-baru ini, termasuk yang melibatkan sekolah nasionalis. Dia memiliki kesempatan menjadi pemimpin terlama Jepang setelah partai berkuasa memungkinkan dia menjalani masa jabatan ketiga berturut-turut setelah masa jabatannya berakhir pada 2018.

(Ant)

copy dari : harianterbit dot com

Rabu, 16 November 2016

Siti Fadilah Supari Menghancurkan Lingkaran Setan Dunia

[portalpiyungan.com] Nama Siti Fadilah Supari, mantan Menkes, tiba-tiba mengguncang pemberitaan di tanah air sepekan belakangan.

Berikut ini tulisan 8 tahun lalu tentang Siti Fadilah Supari dalam kacamata Nukman Luthfie. Karena inikah sekarang dikriminalkan? Simak...

Minggu, 31 Mei 2009

Yangzhu Menasehati Adiknya

Pada suatu hari, adik laki-laki Yangzhu, Yangbu berpakaian putih pergi berkunjung ke temannya. Dalam perjalanan ke rumah temannya, hujan turun. Ia berlari ke rumah temannya dalam hujan dan tinggal di sana hingga hujan berhenti.

Karena pakaiannya yang basah, temannya telah menawarkan pakaian pengganti berwarna hitam. Yangbu akhirnya mengganti pakaiannya yang putih dengan hitam dan pulang ke rumah pada malam hari setelah makan di rumah temannya.

Ketika tiba di rumah, anjingnya tidak mengenal diri Yangbu yang telah berganti pakaian hitam. Ia menggonggong dengan keras.

Yangbu menjadi marah dan hendak memukulnya dengan sebatang ranting, tetapi kakaknya Yangzhu yang mendengar suara gonggongan anjing bergegas keluar rumah dan melarang adiknya, ”Jangan kau pukul anjing itu! Ini bukan salahnya. Coba pikirkan seandainya anjing itu saat keluar rumah berwarna putih dan kembali ke rumah jadi anjing hitam, bukankah anjing itu juga akan menjadi asing bagimu? Lagian, sekarang hari sudah gelap, tidak heran bila ia tidak dapat mengenali dirimu.”


Makna cerita:

Bila seseorang salah paham terhadap diri kita, maka cobalah mencari pada diri sendiri terlebih dahulu, mungkin kesalahan bersumber dari diri kita sendiri. Jangan terburu nafsu melempar kesalahan pada orang lain. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/mgl)


Isi dan image dari : erabaru dot or dot id

Rabu, 29 April 2009

Chen Shi dan Pencuri

Seribu tahun yang lalu, ada seorang yang bernama Chen Shi, dia adalah seorang yang pintar dan terpelajar, oleh sebab itu penduduk di daerah tempat tinggalnya sangat menghormatinya. Chen Shi adalah seorang yang disiplin terhadap diri sendiri, dia tidak mencuri, tidak berkata bohong, suka membantu orang lain. Dia juga mendidik anak dan cucunya dengan disiplin yang ketat, di setiap kesempatan dia selalu menasehati anak dan para cucunya. Karena dia selalu mendidik dan menasehati mereka dengan cara yang ramah, anak cucunya selalu mendengar nasehatnya.

Tahun ini, di tempat tinggalnya terjadi bencana banjir, banjir besar ini merendam semua sawah, padi tidak dapat dipanen sehingga ribuan orang kelaparan, banyak diantara mereka yang jadi pengemis, banyak diantara orang miskin yang kelaparan menjadi pencuri menyebabkan kampung ini tidak aman lagi.

Pada suatu malam, bulan purnama bersinar dengan terang, malam sangat sepi, seorang pencuri masuk ke rumah Chen Shi bermaksud mencuri, pada saat itu dia mendengar suara terbatuk, pencuri berpikir : Waduh ! Penghuni rumah terbangun, saya harus bersembunyi dimana supaya tidak ketahuan ? Dia sangat ketakutan. Semakin takut dia semakin panik tidak tahu harus bersembunyi dimana. Pada saat itu ia memandang keatas dia melihat sebuah tiang besar diatas atap rumah. Ha..ha ! Saya mendapat akal ! Akhirnya pencuri ini memanjat ketiang besar dan bersembunyi diatas atap rumah, setelah susah payah naik dengan tangan gemetar dia memeluk tiang dan bersembunyi, dia tidak berani bernafas dengan kuat karena takut ketahuan, dia berpikir saya sembunyi disini pasti tidak ketahuan. Saya akan menunggu sampai pemilik rumah tidur lalu turun kebawah dan mencuri barang-barangnya.

Pada saat ini, pemilik rumah membawa sebuah lampion memasuki ruangan tempat persembunyian pencuri itu. Dia bermaksud membaca buku, begitu dia menengadahkan kepalanya keatas atap rumah dia melihat sebuah kain biru, seperti baju seseorang dia langsung tahu bahwa pencuri bersembunyi dirumahnya, tetapi dia tidak sibuk berteriak atau menangkap pencuri, dengan perlahan-lahan dia meninggalkan ruangan ini.

Nah adik-adik sekalian apakah kalian heran ? Kita lihat apa yang dilakukan Chen Shi.

Chen Shi perlahan-lahan membangunkan anak dan cucu-cucunya dan mengajak mereka ke ruangan tempat pencuri berada. Lalu dengan suara yang serius dia menasehati anak dan cucu-cucunya : "Anak dan cucu-cucuku, kehormatan adalah prinsip dasar kita sebagai manusia, disetiap kesempatan walaupun kita hidup dengan susah kita harus mempunyai disiplin yang ketat terhadap diri sendiri, jangan karena alasan apapun membuat kita berbuat jahat dan tidak jujur, kalian semua harus ingat nasehat saya ini."

"Kami akan mengingat nasehat ini selamanya" jawab anak cucu Chen Shi dengan suara keras. Tetapi mereka tidak tahu kenapa Chen Shi membangunkan mereka dan menasehati mereka pada tengah malam ini. Anak dan cucunya saling pandang dalam hati mereka berpikir : "Pasti terjadi sesuatu yang gawat!"

Chen Shi melanjutkan nasehatnya : "Sebagian orang jahat mereka bukan dilahirkan sudah jahat, tetapi karena mereka tidak dapat berdisiplin kepada diri sendiri, lama kelamaan sifat mereka makin lama makin jelek sehingga sudah menjadi sebuah kebiasaan yang sudah tidak bisa diubah lagi, akhirnya benar-benar menjadi seorang penjahat, seperti tuan yang bersembunyi diatas atap rumah kita ini adalah orang yang demikian, kalian jangan karena miskin lalu menjadi penjahat, tahukah kalian, jika berbuat jahat, kelak akan menjadi lebih miskin lagi atau akan kena penyakit ? "

Anak dan cucunya mendongakkan kepalanya melihat keatas atap rumah "Oh ! Rupanya ada pencuri bersembunyi diatas atap rumah kami !" Pada saat ini anak dan cucunya baru sadar kenapa mereka dinasehati malam-malam begini, mereka semua merasa perkataan Chen Shi sangat benar dan bijak.

Pencuri yang bersembunyi diatas atap rumah, mendengar perkataan Chen Shi sangat kaget : " Oh rupanya saya dari tadi sudah ketahuan." Bersamaan dengan itu pencuri juga sangat terharu dengan nasehat Chen Shi. Pencuri berpikir : "Tuan rumah ini dari tadi sudah tahu saya bersembunyi disini tapi tidak menangkap saya, malah dengan sabar menasehati saya. Saya harus berterima kasih kepada tuan rumah ini ! Akhirnya pencuri turun dari atap rumah dan berlutut didepan tuan rumah sambil menangis berkata : "Tuan, apa yang tuan katakan sangat benar, saya tahu saya telah berbuat salah, lain kali saya tidak akan mencuri lagi, tolong maafkan saya ! Sambil tersenyum ramah Chen Shi berkata : " Melihat tampangmu, engkau bukan seorang penjahat, jangan karena miskin kita menjadi penjahat, dengan berbuat jahat kita akan semakin miskin dan kena penyakit ! Sesudah sampai dirumah coba engkau simak dengan baik nasehat saya ini, berubah sekarang masih sempat." Setelah Chen Shi berkata demikian, lalu dia memalingkan kepalanya ke anak sulungnya dan berkata: " Anakku, coba engkau lihat dirumah kita masih ada bahan makanan apa ? Bagikan sedikit kepada tuan ini." Pencuri menerima sekarung beras dari anak sulung Chen Shi dengan berlinang air mata. Ketika dia meninggalkan rumah Chen Shi mulutnya masih komat-kamit mengucapkan terima kasih yang tak terhingga : "Terima kasih... terima kasih, kalian sekeluarga benar-benar orang yang baik hati, lain kali saya tidak akan mencuri lagi." (Sumber Minghui school/H)

dicopy tanpa ijin dari erabaru dot co dot id