Rabu, 02 Juni 2021

adu domba, pecah belah, kooptasi, bayar, hajar

 Ichsanuddin Noorsy Tak Tahu Ada Dewan Revolusi Islam

 

Okezone  - Rabu 23 Maret 2011

Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengaku tidak pernah mengetahui adanya Dewan Revolusi Islam (DRI). Dirinya juga tidak pernah dikonfirmasi atau dimintai izin soal pencantuman namanya di DRI.
“Mereka tidak konfirmasi dan tidak bilang ke saya. Mereka sekadar menaruh nama saja. Mereka mencantumkan nama saya mungkin karena mengidentifikasi saya seorang muslim,” kata Ichsanuddin saat dikonfirmasi okezone, Rabu (23/3/2011).
Menurut dia, munculnya kabar tersebut untuk mengadu domba umat muslim. Karena, lanjut dia, ada sebuah teori yang sering dilakukan dengan cara adu domba untuk memecah belah suatu golongan.
“Mereka akan mengadu domba, pecah belah, kooptasi, bayar, dan jika tidak berhasil juga mereka akan menghajar. Inilah yang persis dilakukan kepada Irak dan Khadafi,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, kabar menggemparkan datang dari situs jejaring sosial Multiply. Melalui situs ini, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khattath mendeklarasikan kabinet Dewan Revolusi Islam (DRI) yang di dalamnya terdapat sejumlah tokoh ternama.
Bahkan, nama Habib Rizieq Shihab Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) di plot untuk posisi Kepala Negara, sedangkan Abu Bakar Baasyir dan K.H. Ma'ruf Amin masuk dalam daftar anggota Dewan Fuqoha DRI.

Dalam situs jejaring sosial yang di posting pada 4 Maret 2010 lalu itu, terdapat struktur semacam kabinet yang seperti menteri yang membawahi berbagai bidang. 

Berikut komposisi Dewan Revolusi Islam yang diumumkan Al Khaththath :

Dewan Fuqoha:
KH. Abu Bakar Ba'asyir,
KH, Makruf Amin,
KH. Abdur Rasyid AS.,
KH. Syukran Makmun.
KH. Luthfi Basori Alwi,
KH. A Hamid Baidowi.
KH. Hasym Muzadi.

Kepala Negara: Habib Rizieq Sihab
Wakil Kepala Negara: Abu Jibril

Sejumlah Menteri:
Menhankam : Munarman SH
Menko Ekuin& BUMN: Hendri Saparini
Menkeu: Ichsanudin Noorsy
Menag: KH. Cholil Ridwan
Mendiknas: KH. Maman Abdurrahman
Men Perburuhan: Eggy Sujana
Menkes: Jose Rizal
Menpora: Alfian Tanjung
Men ESDM: Ahmad Daryoko
Mendagri: MS Kaban
Menlu: Ali Mochtar Ngabalin
Menkopolkam: Tyasno Sudarto
MenKebudayaan: Ridwan Saidi
Menkominfo: Aru Seif Asadullah
MenPDT: Ahmad Sumargono
Menkumham: Wirawan Adnan SH
Jaksa Agung: M Luthfie Hakim SH, MH

Ketua DPRS/MPRS: Din Samsuddin

(teb)

copy dari okezone

Kamis, 13 Mei 2021

Komunisme Musuh negara, Ideologi yang Anti Agama

 


 


 

Sabtu, 01 Mei 2021

Cina Negara Komunis ataukah Kapitalis


Partai Komunis Tiongkok atau disingkatnya PKT adalah pendiri dan partai yang berkuasa di Republik Rakyat Tiongkok. Partai Komunis Tiongkok adalah satu-satunya partai yang berkuasa di Tiongkok dan mengizinkan berdirinya delapan partai dan membentuk front untuk kedelapan partai dan berada di bawah pembinaan Partai Komunis. Partai Komunis Tiongkok didirikan pada tahun 1921 oleh Chen Duxiu dan Li Dazhao. Partai Komunis berkembang dengan cepat dan pada tahun 1949 mengusir pemerintahan nasionalis Kuomintang (KMT) dari daratan Tiongkok, yang berakhir dengan pendirian Republik Rakyat Tiongkok. Partai Komunis juga membawahi angkatan bersenjata terbesar di dunia, Tentara Pembebasan Rakyat (People Liberation Army).

Sejak bubarnya rezim komunis Eropa Timur pada tahun 1989–1990 dan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991, Partai Komunis Tiongkok telah menjalin hubungan antar partai dengan partai partai yang memimpin di negara-negara sosialis yang masih ada.
wikipedia akses 2 mei 2021



Tahun 2018 Cina memberitakan dirinya meneliti virus corona

Minggu, 25 April 2021

Prihatin Gelombang Pandemi Covid di India

Jumat, 16 April 2021

Kekuatan Besar RI tidak mencerminkan Kesejahteraan Rakyat

 

 

 


RI Segera Masuk 10 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia, Kata Jokowi

13 April 2021

Presiden Jokowi percaya diri Indonesia tidak lama lagi masuk dalam 10 besar kekuatan ekonomi di dunia. Pernyataan Jokowi itu kata dia didasari potensi ekonomi digital di Tanah Air. Indonesia sudah memasuki era transformasi teknologi dan tengah menuju lompatan besar.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat menyampaikan sambutan pada pameran Hannover Messe 2021 Digital Edition. Pameran dagang di sektor teknologi dan solusi industri manufaktur ini terbilang bergengsi di dunia.

"Kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 economy global di tahun 2030," kata Jokowi dalam acara yang diselenggarakan secara virtual kemarin, seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Selasa 13 April 2021.

Jokowi pun membeberkan data kepada para peserta pameran dan tuan rumah yang di hajatan itu dihadiri Kanselir Jerman Angela Merkel. Menurut Jokowi, proyeksi industri ekonomi digital di tahun 2025 terhadap PDB nasional Indonesia mencapai US$133 miliar. Proyeksi itu bukan mengawang-awang. Melihat apa yang terjadi saat ini, potensi itu juga bisa dihitung berdasarkan 185 juta penduduk yang sudah terakses dengan internet terbesar ke-4 di dunia.

"Ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia tercepat di Asia Tenggara. Indonesia memiliki start-up sekitar 2.193, kelima terbesar di dunia. Indonesia memiliki 5 unicorn dan Indonesia bahkan telah memiliki 1 decacorn,” papar Jokowi.

Presiden melanjutkan, pemerintah Indonesia telah menyiapkan peta jalan implementasi yakni "Making Indonesia 4.0" yang telah diluncurkan sejak 2018 lalu. Melalui peta jalan tersebut, terdapat tiga hal utama yang akan menjadi kekuatan dan fokus dalam mewujudkan pengembangan industri 4.0.

Pertama penguatan sumber daya manusia. Indonesia pada tahun 2030 memiliki bonus demografi yang mana jumlah usia produktif tumbuh dua kali lipat. Kedua penciptaan iklim investasi. Yang terakhir adalah penciptaan investasi pada pembangunan hijau. Jokowi juga mengatakan, tantangan menyiapkan SDM adalah mengisi keahlian dalam menciptakan inovasi melalui big data, artificial intelligence, internet of things.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi secara terang-terangan mengajak kemitraan dengan Jerman dalam bidang transformasi digital.

"Saya ingin mengajak Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia," kata Jokowi.



copy dari : viva.co.id